Sponsor Ricky Irwansyah 0813 1353 9308

Untuk urusan keamanan menabung dibank dan perusahaan asuransi, saat ini sudah tidak usah diragukan lagi, apalagi bank-bank besar nasional seperti Bank Mandiri, BCA atau BRI. Begitupun perusahaan asuransi dalam hal ini PT AJ Central Asia Raya yang telah mencapaI RBC (Risk based capital) sebesar 260% lebih besar dari yang disyaratkan oleh OJK min RBC 120%.

Meskipun begitu, bagaimana apabila terjadi kebangkrutan pada sebuah bank atau perusahaan asuransi? ini penjelasannya:

Bagaimana posisi dana nasabah bank ketika bank dilikuidasi ?
Bank adalah lembaga keuangan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT), sehingga tata cara hukumnya mengacu pada Undang Undang Hukum Dagang Perseroan Terbatas. Saat Bank mengalami kesulitan usaha, Bank dapat mengajukan pailit sebagaimana diatur dalam Kitab Undang Undang Hukum Dagang tentang kepailitan.

Adapun urutan pembayaran Bank yang dilikuidasi adalah:

1. Kewajiban terhadap Pemerintah, pajak dan sebagainya (di atur dalam pasal 1134 jo 1139 KUH Perdata).
2. Bank Indonesia, BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).
3. Pemegang Hak Preferen, Hak Gadai dan Hipotik yang diatur dalam pasal 1133 jo 1134 KUH Perdata.
4. Gaji Pegawai.
5. Pinjaman antar Bank.
6. Nasabah Penyimpan Dana.

Tentu saja hal ini sangat merugikan nasabah bank, karena biasanya setelah melakukan kewajiban awal (1-5) dibayarkan, sisa dana yang dimiliki tinggal sedikit, dan tidak cukup untuk membayar dana nasabah.

Sekarang, bagaimana dengan perusahaan Asuransi ?
Sebagai lembaga keuangan non bank, perusahaan asuransi mempunyai standar untuk mengukur sehat atau tidaknya sebuah perusahaan asuransi. Parameternya disebut RBC (Risk Based Capital).
Istilah “Risk Based Capital” – RBC berkaitan dengan pengukuran keamanan finansial atau kesehatan perusahaan-perusahaan asuransi.
Secara umum, rasio kesehatan RBC adalah suatu ukuran yang menginformasikan tingkat keamanan finansial atau kesehatan suatu perusahaan asuransi. Semakin besar rasio kesehatan RBC sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.

Ketentuan kesehatan RBC di Indonesia
Perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia harus melaporkan rasio kesehatan RBC mereka ke Pemerintah secara kwartalan, dan ketentuan minimum yang ada sekarang bagi rasio tersebut adalah 120%, satu peningkatan sejak ketentuan minimum rasio tersebut dikenalkan sebesar 15% di tahun 1999.
Risk Base Capital atau RBC adalah modal yang harus dijaminkan oleh perusahaan asuransi kepada pemerintah untuk menjamin ketersediaan dana untuk pembayaran klaim asuransi.

Secara hukum, hubungan nasabah dengan perusahaan asuransi jiwa diatur dengan sangat jelas dalam Undang Undang No. 2 th. 1992, Bab X pasal 20 tentang kepailitan dan likuidasi perusahaan asuransi jiwa yang isinya:
1. Dengan tidak mengurangi berlakunya ketentuan dalam peraturan kepailitan dalam hal terdapat pencabutan ijin usaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 18, berdasarkan kepentingan umum dapat memintakan kepada pengadilan agar perusahaan yang bersangkutan dinyatakan pailit.
2. Hak Pemegang Polis atas pembagian harta kekayaan Perusahaan Asuransi Kerugian maupun Asuransi Jiwa yang dilikuidasi merupakan hak utama.

Penjelasan pada pasal 2, pengertian hak utama adalah pengertian yang memberi perlindungan tegas pada nasabah asuransi jiwa untuk mendapat hak istimewa dalam pembayaran haknya, bila perusahaan asuransi jiwa dilikuidasi atau bangkrut. Dalam hal ini jelas bahwa kedudukan hukum nasabah asuransi jiwa jauh lebih baik dari pada kedudukan hukum nasabah bank.

Jadi, jangan ragu menabung di Perusahaan Asuransi, karena banyak untungnya ketimbang menabung di bank, dan CAR 3i-Networks menjadi pilihan tepat dengan 3 keuntungan :
1. Investment, Produk investasinya terbaik di Indonesia dan diulas di media online INFOMONETER, INFOBANK, dan SWA
2. Insurance, Mendapat proteksi jiwa yang tidak didapatkan apabila menabung di Bank
3. Income, hanya dengan menabung dan mengajak teman menabung Anda bisa memperoleh income yang luar biasa