Sponsor Ricky Irwansyah 0813 1353 9308

5 ALASAN mengapa kita harus MENABUNG dan ASURANSI jangan terlalu boros dengan hasil pendapatan :

1. Kewajiban Setahun Setelah Meninggal

Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antaramu dan meninggalkan isteri, hendaklah berwasiat untuk isteri-isterinya, (yaitu) diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya). Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang ma’ruf terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Q.S Al- Baqarah ayat 240 (QS. 2:240)

2. Demi Anak-Anak

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka.

Q.S A.-Nisaa ayat 9 (QS.4:9)

3. Demi Masa Depan

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah tiap-tiap diri memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Q.S. Al-Hasyr ayat 18 ( QS. 59:18 )

4. Menjaga Lima Sebelum Datang yang Lima

Hadist Nabi tentang “Lima perkara sebelum lima perkara” artinya adalah supaya kita mempergunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik- baiknya, sebelum hilangnya kesempatan tersebut, Hadist tersebut diriwayatkan Imam Hakim dalam kitab al- Mustadrak.

* Lima perkara tersebut adalah :

  • Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu – Masa muda hendaklah dipergunakan sebaik-baiknya untuk mencapai kebaikan, kesuksesan, dan keberhasilan, karena pada masa muda itulah kita masih mempunyai ambisi, keinginan, cita-cita dan apa yang ingin kita raih,tapi bukan berarti juga masa tua menjadi penghalang kita untuk tetap berusaha mencapai sebuah keinginan itu, tapi memang usaha masa tua akan sangat berbeda dengan usaha saat kita masih muda. Maka dari itu masa muda hendaklah diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat hingga tidak menyesal di kemudian hari. 
  • Pergunakan masa luangmu sebelum datang masa sempitmu – Disini kita dianjurkan untuk menghargai waktu, agar bisa diisi dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Misalnya, menengok saudara ketika ada kesempatan sebelum kesibukan menghampiri kita, hingga tidak sempat lagi untuk sekedar mengunjungi kerabat. 
  • Pergunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu – Hal ini juga anjuran agar kita senantiasa waspada pada segala kemungkinan yang sifatnya diluar prediksi manusia, seperti halnya sakit, tapi bukan berarti sebatas sakit jasmani, tapi juga sakit rohani. Maka ketika kita sehat jasmani-rohani, hendaknya kita senantiasa mempergukannya untuk hal- hal yang bermanfaat tanpa mengulur-ngulur waktu. 
  • Pergunakanlah waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu – Tak jauh berbeda dengan penjelasan di atas, ketika kita di beri kekayaan baik itu berupa materi atau lainnya, hendaknya kita manfaatkan sebaik-baiknya, jangan Cuma di buang-buang sia-sia hanya untuk hal hal yang tak bermanfaat 
  • Pergunakan hidupmu sebelum datang matimu – Kalau yang satu ini merupakan cakupan dari empat hal diatas. Semasa kita hidup di dunia apa yang sudah kita lakukan? Dan semua akan di pertanggung jawabkan di hadapan allah SWT. sudah banyak kah amal baik yang telah di lakukan atau malah sebaliknya ?? Kehidupan harus dijalani sesuai tuntutan kemaslahatannya.

5. Menabung Untuk Ahli Waris

Wahai Saad, apabila kamu tinggalkan keturunanmu dalam keadaan cukup jaminan hartanya adalah lebih baik ketimbang kamu tinggalkannya dalam keadaan serba kekurangan, sehingga mereka terpaksa meminta- minta kepada orang terkadang diberi terkadang ditolak

(Dialog Rasulullah dengan sahabat Saad bin Abi Waqash).

Pentingnya menabung sudah di ajarkan sejak jaman Nabi Yusuf As agar menabung hasil panen untuk keperluan 7 tahun lamanya, dll. 

Nabi Muhammad SAW, menyimpan kurma untuk kebutuhan 1 tahun lamanya dan meninggalkan warisan untuk mereka yang hidup agar berkecukupan lebih utama dari pada meninggalkan mereka dalam kekurangan atau meminta-minta.